Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 14 April 2016

Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa melakukan pemantauan langsung Penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan Tahap 1 2016 di Desa Tamanmartani Sleman. Penyaluran akan dilakukan selama 6 hari kedepan disetiap kecamatan dengan total nominal bantuan sekabupaten sleman adalah 2.477.905.000 dengan jumlah penerima sebanyak 3.019 KSM

Mensos berpesan bagi pemerina PKH agar bijak dalam mengelola dana bantuan. Sebab satu keluarga bisa mendapatkan lebih dari satu kategori bantuan dalam PKH, sesuai dengan jumlah anak yang dimiliki. Namun "Jangan sampai uangnya justru untuk membeli pulsa atau beras. Uang tersebut untuk memenuhi kebutuhan mereka. Bisa dibelikan peralatan sekolah.
Karena jenis bantuan yang lain sudah ada sendiri. Jadi tidak ada alasan untuk tidak sekolah,” tegasnya.

Selasa, 30 April 2013

Studi Banding PKH Makassar


     




     UPPKH Sleman kembali mendapat kehormatan menerima tamu untuk studi banding dan berbagi pengalaman pada hari Rabu 24 April 2013. Kali ini rombongan berasal dari UPPKH  Makassar. Bertempat diruang rapat Lantai 3 Nakersos Sleman, sebanyak kurang lebih 20 orang termasuk didalamnya 14 pendamping dan operator PKH diterima Sekretaris Dinas Nakersos , Bambang Hendro S. S.Pd. Rombongan dari UPPKH Kota Makassar fokus pada pelaksanaan PKH. Setelah bertukar cinderamata, acara dilanjutkan ke Kecamatan Cangkringan guna melihat secara langsung kegiatan disana salah satunya di Puskesmas cangkringan, Direncanakan sebelumnya untuk kegiatan Lava tour Merapi karena beberapa hal sore harinya acara dilanjutkan ke komplek candi Prambanan sekaligus refreesing.

      Kegiatan Studi Banding mengingatkan kunjungan TIM PKH Kabupaten lain yang yang dilaksanakan beberapa waktu sebelumnya antara lain :
  1. Kabupaten Mojokerto tahun 2010 (DPRD Kab.Mojokerto)
  2. Kabupaten Lahat tahun 2012 (TIM Koordinasi PKH)
  3. Kaltim tahun 2012 (TIM Koordinasi PKH)
  4. Kabupaten Magelang tahun 2012 (TIM Koordinasi PKH)
  5. Kabupaten Bekasi tahun 2012 (TIM Koordinasi PKH)
Foto PKH Makassar :






4.

Minggu, 07 April 2013

Pelatihan Microsoft Office dan Email Pendamping PKH Sleman



Pelatihan Microsoft Office dan Email ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada pendamping PKH Sleman tentang Microsoft Office dan Email serta penggunaanya sebagai alat bantu dilingkungan kerja/sebagai media untuk mempermudah proses pengerjaan tugas sehari-hari sehingga dari pengetahuan pengetahuan yang telah diperoleh tersebut para Pendamping PKH  mampu menggunakannya untuk mengerjakan tugas – tugas seperti membuat dan mengolah dokumen, pembuatan laporan yang benar, dan email.
Pelatihan Dilaksanakan pada hari Kamis 7 Maret 2013 di aula Lantai 3 Dinas Nakersos Sleman, oleh Narasumber M. Sultoni Wibowo, Pelatihan ini diikuti juga Oleh TKSK Kab Sleman.
  


Rabu, 05 Desember 2012

Sosialisasi Penanggulangan Anak-anak Terlantar



Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kab Sleman melalui Seksi Bina Kesejahteraan Sosial melaksanakan kegiatan sosialisasi/penyuluhan sosial kepada Operator Pendamping PKH, TKSK, PSM. Acara dilaksanakan Pada hari Kamis 6 Desember 2012 bertempat di Aula lantai III Dinas NAKERSOS Kab. Sleman

Seperti diketahui bersama bahwa perkembangan jaman dan teknologi telah merubah pola hidup dan budaya masyarakat. Dimana saat ini banyak terdapat anak-anak terlantar dan juga tereksploitasi untuk membantu orang tua atau dimanfaatkan untuk tujuan-tujuan tertentu. Belum lagi banyak bayi-bayi yang baru lahir di dunia diserahkan orang tuanya ke panti-panti asuhan atau ke orang yang lebih mampu merawatnya, dan ada juga yang terbuang di tempat sampah, pertokoan dan lain sebagainya.


Yayasan Sayap Ibu di Condong catur Depok Sleman menyatakan anak-anak terlantar dan bayi yang terbuang berasal dari pola hidup yang tidak normatis, misalnya selingkuh, gaya pacaran pelajar SMP, SMA, Mahasiswa yang melakukan hubungan suami isteri, hubungan sex bebas, sehingga menyebabkan bayi-bayi yang tak diinginkan untuk di buang orang tuanya. Peserta Sosialisasi diharap berperan serta dalam menanggulangi masalah anak-anak terlantar ini. Misal contoh jika menemukan anak terbuang bisa melapor ke Kepolisian terdekat, Dinas Sosial atau bisa juga ke Yayasan sayap ibu.





Most Significant Change Approach (MSC)

oleh Tim TNP2K terhadap 26 RTSM PKH Sleman

MSC adalah sebuah metode pemantauan dan evaluasi partisipatif dengan pendekatan cerita. Kenapa cerita?

1. Karena orang menyampaikan cerita secara alami
2. Cerita dapat menguraikan kerumitan dan konteks
3. Orang ingat dengan cerita
4. Cerita dapat membawa pesan/hal-hal yang tidak/sulit didiskusikan
5. Tetapi cerita tidak diketahui akurasi/ kebenarannya

Tujuan utama dari MSC adalah untuk memfasilitasi perbaikan dengan cara memfokuskan arah kerja/tujuan secara tegas, apa yang benar-benar ingin kita capai dan bagaimana kita akan menghasilkan lebih dari itu.

Kegiatan ini dilakukan oleh Tim TNP2K yang terdiri 26 Orang dari berbagai element yaitu diantaranya TNP2K, Kementrian Sosial, Kementrian Kesehatan, Bappeda DIY, Koordinator Wilayah PKH DIY, Universitas Gajah Mada, Universitas Indonesia, LSM. MSC dilaksanakan Pada Hari Rabu 5 Desember 2012 bertempat di Balai desa Margo agung dan Balai desa Margorejo, masing masing kelurahan menyiapkan 13 RTSM untuk responden.

Sumbangan terhadap evaluasi akhir dapat berupa:

1. Informasi tentang hasil yang tidak diharapkan
2. Informasi prestasi mengenai cerita sukses yang terbaik
3. Dapat memberitahu kriteria yang digunakan untuk menilai program






Sabtu, 03 November 2012

Sarasehan Kekerasan Dalam Rumah Tangga


Sarasehan Diadakan pada hari Kamis tanggal 1 November 2012 bertempat di Balai Desa Sendangsari Kecamatan Minggir Kabupaten sleman, dengan Narasumber Ibu Elysa Fatimah, S.H. dari LSM Limora Yogyakarta. Peserta sarasehan ini adalah RTSM se kecamatan Minggir. Acara ini merupakan kreatifitas pendamping dalam melaksanakan tugas dan kegiatannya.






Kamis, 30 Agustus 2012

Syawalan PKH Sleman 2012

Syawalan PKH Kabupaten Sleman




Kamis, 30 Agustus 2012
09.00-11.30
Tempat :  GOR Desa Margoluwih.  Dusun Klaci II Margoluwih Seyegan
Acara     : SYAWALAN DAN SILATURAHMI KELUARGA BESAR 
PROGRAM KELUARGA HARAPAN
    KABUPATEN SLEMAN
Tema    : Meningkatkan kekeluargaan dan  kemandirian untuk meraih keluarga sejahtera
PKH(Program Keluarga  Harapan) adalah Program dari Kementerian Sosial dengan pemberian bantuan tunai bersyarat kepada rumah tangga sangat miskin. Dengan tujuan meningkatkan derajat kesehatan dan pendidikan serta memutus rantai kemiskinan.
Undangan
-  Peserta PKH                                 : 1.174  orang
- Tamu undangan                             :      41  orang
-  Pendamping dan Operator PKH   :      25  orang
Total Undangan                             : 1.240 orang

Pada  Syawalan Peserta  PKH kali ini dikuti  oleh  6 wilayah Kecamatan Sleman bagian barat : Mingggir, Moyudan, Seyegan, Godean, Gamping, Sleman  total 1.174 peserta.  Sedangkan untuk PKH Kabupaten Sleman seluruhnya terdiri dari 17 Kecamatan Dengan 3851 peserta.
Tamu undangan : Dinas Sosial Propinsi, Bapak Bupati Sleman, Ketua DPRD kabupaten Sleman , Kepala Dinas  terkait dan tim tekhnis PKH kabupaten Sleman, Camat , Puskesmas UPT yandik Kepala Desa dan  Perangkat Desa
Susunan Acara :
1.  Pembukaan
2.  Pembacaan Ayat Suci Al Quran
3.  Sambutan dan laporan ketua panitia
4.  Pemberian penghargaan anak PKH berprestasi
5.  Sambutan :    
     -  Bapak Bupati Sleman
6. Tausiah dan Doa
7. Hiburan
8. Penutup

Anak  peserta PKH berprestasi
1.       Tingkat nasional
a.       Wahyu Jayantoni Mahardika anak dari Titik Maryati, Kecamatan Seyegan
Juara I Sepakbola Club AMS Juara I Tingkat Propinsi, dan juara Nasional piala Danone
b.      Qoid Tsaqib Hasan anak dari Warsumi, kecamatan Sleman
Juara 3 tingkat nasional senam antarklub. Juara 1 piala walikota surabaya.
c.       Muh Ihsan, anak dari Sri Sayuti, Kecamatan Sleman
Juara 1 panahan putra pemula tingkat nasional dan juara 1 porda DIY 2012
d.      Riana Novida anak dari Juariyah, Kecamatan Berbah
Juara 2 tingkat nasional lari tuna grahita. Sekolah SLB Bakti Kencana
2.       Tingkat Propinsi dan kabupaten
1.       Joko Jarwanto, kelas VI anak dari Wartini, kecamatan Mlati
Juara 3 Se DIY Tenis meja ganda putra, juara 2 tingkat kabupaten
2.       Sidiq Nugraha, anak dari Sri Palupi, kecamatan Prambanan
Juara 1 khotib tingkat SMP se Propinsi DIY
3.       Rian Untari, anak dari Sutarmi, kecamatan Prambanan
Juara 2 Qoriah tingkat SMP se Kabupaten Klaten
3.       Tingkat kecamatan
a.       Rohmad aji sabarno, anak dari ngatinah, kecamatan gamping, nem tertinggi se kecamatan Gamping, nem 28, 35
b.      Indriastuti, anak dari maryati. Kecamatan Godean, nem tertinggi se kecamatan Godean, 28
c.       Reinaldi prasetyo Wijaya anak dari Esti Nur hayati, kecamatan Cangkringan
Juara 1 salitilawah tingkat kecamatan Cangkringan
d.      Surya fitriyanto, anak dari Umi Hanabilah, kecamatan Minggir, juara 1 qiroah se kecamatan Minggir, saat ini sedang maju tingkat kabupaten Sleman
e.      Safitri, anak dari Titik Widiyanti, kecamatan Minggir juara 1 lari tingkat kecamatan Minggir, saat ini sedang lomba tingkat kabupaten


Isi Sambutan Bupati al :
1.       Sambutan syawalan
2.       Peningkatan kesejahteraan
3.       Sekolah minimal sampai SMA
4.       Anak-anak peserta PKH tidak kalah prestasinya dengan anak  diluar PKH


Senin, 19 Desember 2011

5 Rumah Tak Layak Huni di Bokoharjo Dipugar


Sebanyak 5 rumah tak layak huni di Desa Bokoharjo Kecamatan Prambanan pada hari Minggu pagi 11 Desember 2011 mulai dipugar. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kabupaten Sleman Drs. Julisetiono, SH, MM mengatakan kegiatan pemugaran rumah tidak layak huni ini merupakan salah satu kegiatan nyata dalam rangka peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial (HKSN) tahun 2011 yang dipusatkan di Prambanan.
Juli menjelaskan meski pada tahap I ini akan dipugar sebanyak 5 rumah di wilayah Desa Bokoharjo namun hari minggu ini baru sebanyak 3 rumah yang mulai dikerjakan. Pemugaran 3 rumah ini 2 diantaranyamerupakan bantuan dari ketua Umum HKSN Pusat Tinton Suprapto dan 1 rumah merupakan bantuan dari STIPRAM dan Bank Sleman. Rencananya dari pusat juga akan memberikan bantuan berupa semen. Juli mengatakan bantuan dari berbagai pihak ini merupakan wujud kesetiakawanan dari yang mampu kepada yang tidak mampu. Dalam pemugaran ini warga masyarakat melakukan gotong royong dengan dibantu TNI, POLRI, Perguruan Tinggi dan berbagai pihak.
Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman dr. Sunartono, M.Kes yang turut membantu warga melakukan pemugaran mengatakan sebenarnya kegiatan rehabilitasi rumah tidak layak huni ini tidak hanya dilakukan dalam rangka HKSN saja, tetapi sudah menjadi program yang dilakukan secara berkesinambungan. Terlebih lagi Pemkab Sleman telah berkomitmen untuk mengentaskan kemiskinan.
Upaya rehabilitasi rumah tidak layak huni yang dilakukan oleh Pemkab Sleman didukung dana dari pemerintah pusat yaitu dari Kementerian Sosial dan Kementerian Perumahan Rakyat. Untuk tahun 2011 ini Kabupaten Sleman mendapat bantuan dana bagi rehabilitasi sosial rumah tidak layak huni sebanyak 100 unit dari Kementerian Sosial yang difokuskan di Desa Margoagung Kecamatan Seyegan sebagai salah satu kecamatan percontohan penanggulangan kemiskinan. Tahun 2011 ini, Kabupaten Sleman juga mendapat bantuan stimulan perumahan sebanyak 100 unit dari Kementerian Perumahan Rakyat yang dipusatkan di Kecamatan Minggir dan Kecamatan Sleman.
Selain itu, Pemkab Sleman melalui Dinas PUP juga menyelenggarakan program Bedah Rumah dengan sumber dana dari APBD Kabupaten Sleman. Pada tahun 2011 ini telah dilaksanakan bedah rumah sebanyak 34 unit yaitu masing-masing kecamatan sebanyak 2 unit. Pemkab Sleman juga memberikan bantuan semen sebanyak 150 zak kepada setiap desa di Kabupaten Sleman bagi pembangunan rumah swadaya masyarakat.
Sunartono berharap pemugaran rumah-rumah tidak layak huni dari keluarga tidak mampu di Sleman juga dapat dilakukan oleh pihak-pihak lain. Jika hanya mengharapkan bantuan dari dana pemerintah maka tidak akan cukup untuk merehabilitasi rumah tidak layak huni yang ada di Sleman. Oleh karena itu diperlukan kepedulian dari masyarakat yang sudah lebih mampu. Salah satu contohnya adalah yang saat ini dilakukan dalam rangka HKSN. Kedepan diharapkan agar kepedulian semacam ini dapat semakin ditingkatkan, baik melalui program CSR (corporate social responsibility) dari perusahaan maupun secara perorangan, sehingga diharapkan dapat mempercepat program pengentasan kemiskinan.
Sumber :
http://www.slemankab.go.id/2888/5-rumah-tak-layak-huni-di-bokoharjo-dipugar.slm